Selasa, 21 Februari 2017

Umumnya kita beranggapan bahwa bentuk sedekah adalah berupa uang atau harta sehingga kita seringkali beranggapan bahwa sedekah hanyalah ibadah milik orang yang berkecukupan rezeki atau dikerjakan saat seseorang sedang dalam kondisi lapang rezeki. Padahal sebenarnya, sedekah bukan hanya terbatas pada uang dan harta.
Berikut ini beberapa sedekah yang bukan berupa harta:
1.Mendamaikan dua orang yang berselisih
2.Menolong seseorang mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraan
3.Berkata baik
4.Setiap langkah menuju shalat (berjamaah)
5.Menyingkirkan gangguan dari jalan
6.Bertasbih, tahmid dan tahlil
7.Menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
8.Keikhlasan dalam melayani suami
9.Tersenyum
Dalil dari bentuk sedekah yang bukan berupa harta tersebut di atas adalah sebagai berikut: Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 
"Setiap ruas tulang manusia wajib disedekahi, setiap harinya selama matahari masih terbit. Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang naik ke atas kendaraannya dan mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik adalah sedekah, setiap langkah berjalan menuju shalat (jamaah) adalah sedekah, dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, ia berkata:
"Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap tasbih adalah sedekah, tiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah".
Ketika ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang memenuhi syahwatnya mendapat pahala?”
 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapat kalian jika orang tersebut memenuhi syahwatnya pada hal yang haram, apakah dia berdosa? Maka, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala".
Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Nah Sahabat Ummi, ternyata begitu banyak bentuk sedekah yang bukan berupa harta. Yuk, kita bersedekah dengan perilaku, tutur kata dan juga dengan harta, baik di saat lapang ataupun sempit. Semoga kita mendapatkan ridlo-Nya. Aamiin.
Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Lalu apa sajakah manfaat bersedekah yang luar biasa untuk hidup kita?
1. Menyembuhkan penyakit
Benarkah sedekah dapat menyembuhkan diri kita dari penyakit?
Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani)
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah!” (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’).
Ada sebuah kisah dalam Shahih At Targhib, Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang laki-laki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengobati lututnya dengan berbagai macam obat, ia telah bertanya kepada para dokter, namun tidak menghasilkan apa-apa.
Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya, “Pergi dan galilah sumur, karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Laki-laki itu lalu menggali sumur dan ia pun sembuh.”
Cobalah bersedekah dengan niat minta disembuhkan dari penyakit, sesungguhnya Allah Maha Pemberi Kesembuhan.
Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Prof. David M Clelland, ditemukan hasil bahwa dengan melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain seperti bersedekah akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini menyebabkan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Maka, perbanyaklah bersedekah untuk menyehatkan diri kita!
2. Memberi rasa bahagia
Siapa yang lebih bahagia? Orang yang menerima sedekah, atau justru yang memberi sedekah?
Yap, tentu saja orang yang memberi sedekah akan lebih berbahagia. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian.
Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health pada 2013, ditemukan bahwa orang yang membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stres.
Selain itu, dalam bukunya, Allan Luks mengatakan bahwa dengan menolong orang lain akan meringankan rasa sakit kita sendiri, mengurangi stres, dan memberi rasa bahagia.
Dengan memberikan bantuan secara sukarela akan meningkatkan produksi hormon endorfin, hal itu baik untuk kesehatan jiwa kita. Penelitian yang dilakukan Allan Luks ini melibatkan 3000 sukarelawan, dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain.
3. Memperpanjang usia dan meringankan sakaratul maut
Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat maut (Sakratulmaut), dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh-us-Sunnah vol. 3, hal 97)
4. Mendekatkan pada terkabulnya hajat
“Barang siapa berniat sedekah, kecepatan Allah membalasnya lebih dari kecepatan gerakan sedekahnya.” (Hadist Qudsi) 
5. Menolak bencana
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan: “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”
Hadits lainnya, "Bersegeralah bersedekah! Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.”
6. Menambah rezeki
Rasulullah SAW pernah bersabda “Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)
Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah berfirman: “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (H.R. Muslim)
Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu Hurairah r.a., Nabi SAW pernah bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq.” Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim)
7. Mendapat naungan di hari kiamat
Rasulullah SAW bersabda “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)
Dari Uqbah bin Amir ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Setiap individu berada dalam naungan sedekahnya sampai dia diadili di antara manusia."
Nabi pernah menyebutkan bahwa tujuh hal yang akan menjadi payung yang menaungi pada hari kiamat antara lain seseorang yang bersedekah secara rahasia sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanannya. (HR. Bukhari Muslim)
“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, 3484)
Demikian banyak manfaat sedekah untuk hidup kita, semoga kita dipermudah untuk mengeluarkan sedekah.

Selasa, 14 Februari 2017


Selamat para JUARA










Rabu, 08 Februari 2017



MATA PELAJARAN: PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
LEVEL KOGNITIF
LINGKUP MATERI
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
NORMA DAN KONSTITUSI
KOMITMEN TERHADAP KEUTUHAN NKRI
Pengetahuan dan Pemahaman
·  Mengidentifikasi
·  Menunjukkan
·  Menjelaskan
·  Mendeskripsikan
Siswa dapat memahami dan menguasai :
·    Proses perumusan Pancasila
·    Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila




Siswa dapat memahami dan menguasai :
·      Proses perumusan UUD NRI Tahun 1945
·      Penerapan Norma
·      Lembaga negara berdasarkan UUD NRI 1945
·      Hak Asasi Manusia


Siswa dapat memahami dan menguasai :
·     Aspek-aspek pengokohan NKRI
·     Keberagaman dalam masyarakat
·     Semangat persatuan dan kesatuan

Aplikasi
·  Memberi contoh
·  Menentukan
·  Menerapkan
·  Menginterpretasi
·  Mengurutkan
Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang :
·    Proses perumusan Pancasila
·    Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila





Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang :
·      Proses perumusan UUD NRI Tahun 1945
·      Penerapan Norma
·      Lembaga negara berdasarkan UUD NRI 1945
·      Hak Asasi Manusia




Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang :
·     Aspek-aspek pengokohan NKRI
·     Keberagaman dalam masyarakat
·     Semangat persatuan dan kesatuan

Penalaran
·   Menganalisis
·   Mengevaluasi
·   Mengaitkan
·   Menyimpulkan

Siswa dapat menganalisis :
·    Proses perumusan Pancasila
·    Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila




Siswa dapat menganalisis :
·      Proses perumusan UUD NRI Tahun 1945
·      Penerapan Norma
·      Lembaga negara berdasarkan UUD NRI 1945
·      Hak Asasi Manusia

Siswa dapat menganalisis :
·      Aspek-aspek pengokohan NKRI
·      Keberagaman dalam masyarakat
·      Semangat persatuan dan kesatuan




Design by CM Studio | Jasa Fotografi, Videografi dan Website, TERJANGKAU + BERKUALITAS ~> CM Studio