Minggu, 26 Juli 2015

Ini Sambutan Mendikbud pada Hari Pertama Sekolah Tahun Pelajaran 2015-2016

Sun, 07/26/2015 - 09:34
Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah membuat sambutan Mendikbud pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016. Sambutan tersebut akan dibacakan oleh Kepala Sekolah di seluruh daerah di Indonesia dalam upacara bendera di hari pertama sekolah tahun pelajaran 2015/2016, Senin, 27 Juli 2015.
Dalam sambutannya, Mendikbud mengatakan upacara bendera seharusnya tidak menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.
Mendikbud juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyadari bahwa itu bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi pembelajar. 
 
Berikut Sambutan Mendikbud pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016 selengkapnya: 
SAMBUTAN
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI
Pada Upacara Bendera Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran 2015/2016
Hari ini adalah hari istimewa bagi kita semua. Kita mengawali hari dengan berkumpul bersama di halaman ini. Kita bersama-sama melaksanakan upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kita, menghormat bendera sembari berbaris rapi sebagai satu komunitas sekolah yang sama. Hari ini istimewa karena inilah hari pertama kita pada tahun ajaran 2015/2016 ini.
Pada hari pertama sekolah ini pula, upacara yang sama ini digelar di setiap sekolah di seluruh penjuru negeri kita tercinta ini. Pada hari ini kalian berdiri rapi bersama saudara-saudara sebayamu dari Sabang sampai Merauke melaksanakan upacara hari pertama memasuki tahun ajaran baru. Semua berseragam rapi, menghormati bendera yang sama, sang dwi warna, menyanyikan lagu kebangsaan yang sama, Indonesia Raya.
Hari ini kita bukan sekadar berkumpul di lapangan. Panjang barisan kalian kalau bergandeng tangan sambung-menyambung akan menghubungkan Kota Sabang di Pulau We hingga Kota Merauke di Papua, yang panjangnya 8.514 km, hingga 4 kali. Berkumpulnya kalian    di hari ini adalah juga mengirim pesan bahwa barisan besar ini adalah barisan anak bangsa yang sedang bergerak bersama mendorong kemajuan dan menyongsong masa depan gemilang untuk negeri ini.
Bagi para siswa semua yang saya cintai dan banggakan, di tahun ajaran baru ini, perbaruilah semangat kalian. Belajarlah dengan kesungguhan. Tuntaskanlah setiap pelajaran, terlibatlah dalam kegiatan- kegiatan di sekolah, berlatihlah untuk bisa memimpin dan dipimpin.
Kalian adalah pemilik masa depan Republik tercinta ini. Kalian tidak hanya sekedar pewaris, tapi di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Masa depan negeri ini ada di genggaman anda sekalian! Namun masa depan gemilang tak datang dengan sendirinya, tapi harus diraih melalui kerja keras dan perjuangan, dimulai dari bangku sekolah ini. Pesan saya adalah tinggikan mimpimu, cita- citamu, lalu kerja keraslah, berdoa dengan kesungguhan lalu targetkan pada dirimu bukan hanya berusaha untuk meraih cita-citamu, tapi kalian harus bisa melampaui cita-citamu itu.
Bagi Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati dan banggakan, anak-anak didik yang hadir disini adalah amanah dari orang tua dan bangsa. Mereka percayakan pada Ibu dan Bapak untuk mendidik, mencerdaskan dan mencerahkan mereka.
Bagi sebagian Guru, hari ini adalah hari pertama bertugas di kelas baru, mata pelajaran baru atau bertemu dengan siswa-siswa baru. Demikian juga bagi Kepala Sekolah, ini adalah hari pertama menyambut siswa-siswa yang masuk dari jenjang paling bawah. Jangan biarkan upacara setiap Senin ini menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.
Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan menyadari bahwa bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi pembelajar. Mari kita tumbuh kembangkan anak didik kita bukan saja untuk meraih angka-angka tinggi di tiap mata pelajaran, tapi mari kita berikan pada mereka keteladanan dalam berbudi pekerti dan kita tumbuhkan karakter kepemimpinan mereka. Mari kita kembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan berpikir  kritis,  berkomunikasi  efektif,  bekerja  sama  dan  berkreativitas  bagi  semua  anak  didik kita. Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler. Republik ini membutuhkan generasi baru yang bisa menjawab dan memenangkan tantangan di jamannya nanti.
Karena itu pulalah, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya. Siswa senang belajar di sekolah, guru-guru tulus dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, Kepala Sekolah yang bersemangat membangun budaya baik di sekolahnya serta membina warganya.
Ini juga kesempatan bagi kita untuk memulai pembiasaan dalam ekosistem sekolah ini. Saat kita menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi karakter dan budaya warganya. Mari biasakan lakukan hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan membentuk budi pekerti kita.
Perlu diingat bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti dari kita semua di dunia pendidikan; termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari Siswa, Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.
Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena Orangtua dan Guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa. Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Jangan jadikan sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada di masyarakat. Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah.
Mari kita niatkan ikhtiar ini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan siswa kita menjadi anak-anak pembelajar. Langkah pertama di tahun ajaran ini bagi Kepala Sekolah dan Guru untuk menjadi teladan sepanjang tahun. Dan bila kita terus bekerja dengan semangat yang sama di sepanjang tahun dan diikuti tahun-tahun berikutnya, maka kita semua sedang bergerak cepat membentuk bangsa kokoh.
Para siswa yang sedang berdiri di lapangan ini adalah putra-putri bangsa yang akan memimpin Indonesia saat kita merayakan 100 tahun Indonesia Merdeka. Izinkan anak-anak kita tumbuh semua potensinya, menjadi yang terbaik dari dirinya, dan kelak mereka bisa bersama-sama menjadi generasi baru, pembuat Indonesia jadi negeri maju, sejahtera yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.
 
Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!
 
Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Anies Baswedan

Rabu, 10 Juni 2015

Peraih NUN Tingkat Nasional 
Berikut 12 nama siswa yang berhasil menjadi siswa dengan nilai rerata UN murni terbaik tahun ini:
1. Stella Angelina dari SMP Kasih Karunia Jakarta (9,90).
2. Petra Julian Abigail dari SMP Tarakanita 4 Jakarta (9,90).
3. Anak Agung Ayu Vira Sonia dari SMP Negeri 1 Denpasar (9,90).
4. Jessica Jane dari SMP Kristen 1 BPK Penabur Jakarta (9,89).
5. Shofiya Qurrotu’ayunin dari MTs Negeri 1 Malang (9,85).
6. Cahaya Carla Bangsawan dari SMP Negeri 2 Bandar Lampung (9,85).
7. Kirana Widiani Lestari dari SMP Negeri 85 Jakarta (9,84).
8. Setiati Nur Chasanah dari SMP Negeri 1 Magelang (9,84).
9. Maratus Solichah dari SMP Negeri 1 Salaman ( 9,84).
10. Farrel Gerard Adeovinson Rey dari SMP Masehi Temanggung (9,84).
11. Juligo Al Paraby Saragih SMP Swasta Al-Muslimin Pandan Tapanuli (9,84).
12. Biani Masita Himawan dari SMP Negeri 1 Denpasar (9,84).

Sedangkan 
Daftar Siswa Peraih Nilai Tertinggi SMP se-Jatim

  1. Reni Rohania Hidayati,SMPN 1 Bangkalan    Nilai : B.Indonesia (98.0), Matematika (100.0), B.Inggris (100.0), IPA (100.0)Total Nilai : 398.0
  2. Audrey Marsha Kusumawardhani,SMPN 2 Madiun, Nilai : B.Indonesia (100.0), Matematika (100.0), B.Inggris (960.0), IPA (100.0). Total Nilai : 396.0.
  3. Eka Nurul Aini,SMPN 5 Bangkalan,Nilai : B.Indonesia (100.0), Matematika (100.0),     B.Inggris (980.0), IPA (97.5).Total Nilai : 395.5
  4. Jonathan Maximilian Surya Atmaja,SMPN 1 Surabaya,    Nilai : B.Indonesia    (100.0), Matematika (100.0), B.Inggris (960.0), IPA (97.5),                                                                                                                                                                                                                                                                                       PERAIH SEPULUH BESAR JUMLAH NILAI UN TERTINGGI SMPN KAB. MAGETAN 2015
  5. NO
    NAMA
    ASAL SEKOLAH
    JMLH. NILAI
    1.
    SALSABILA MUSTIKA PUTRI KURNIAWAN
    SMPN I MAGETAN
    383,5
    2
    ANNISA NABILA AZ-ZAHRA SM
    SMPN I MAGETAN
    383,5
    3
    ALIYA WIDI RAFIAN
    SMPN 4MAGETAN
    379,5
    4
    YUNITA SEPTIANA
    SMPN I TAKERAN
    376,5
    5
    NADYA KRISNANDA DEVI
    SMPN I MAGETAN
    375,0
    6
    AZIZAH NUR FIQA PANGESTUTI
    SMPN I MAGETAN
    374,5
    7
    YULIA CANDRA DEWI
    SMPN I MAGETAN
    374,0
    8
    WULAN CENDANI
    SMPN I MAGETAN
    373,0
    9
    INDAH LESTARI SETYANINGRUM
    SMPN I PLAOSAN
    372,0
    10
    DEBBY RAHMAWATI
    SMPN I MAGETAN
    371,5
     Sumber: https://dikmendindikmagetan.files.wordpress.com/2015/06/peringkat-10-besar.jpg

Selasa, 09 Juni 2015

Design by CM Studio | Jasa Fotografi, Videografi dan Website, TERJANGKAU + BERKUALITAS ~> CM Studio